top of page

Aku dan Mobile Legends

  • Feb 4, 2018
  • 3 min read

Siapa yang tidak tahu Mobile Legends?

Game satu ini memang sedang digandrungi baik oleh anak-anak, remaja, hingga dewasa. Sekarang bukan hal aneh (malah aku cenderung sering) menemukan orang-orang yang sedang memainkan game ini sambil duduk di pinggir jalan, sambil nongkrong di cafe-cafe yang menyediakan wifi kenceng, bahkan sambil berdiri di KRL. Pemain game ini pun tidak hanya kaum laki-laki tapi juga perempuan. Hal ini bukan hal yang aneh. Tapi entah kenapa bagi teman-temanku mungkin sedikit aneh kalau aku jadi salah satunya.


Dimulai dari sini. Jadi, biar nggak kehilangan akunnya, pemain Mobile Legends sangat direkomendasikan untuk bind/menautkan akun gamenya ke Facebook, Google Play, atau VK. Karena aku bind akunku ke Facebook, otomatis pemain Mobile Legends yang berteman denganku di Facebook akan berteman juga di game. Jebret... Ketika list temannya muncul, 97% (ini ngasal dan nggak akurat, tapi you know what i mean, ya!) adalah teman-teman Facebook cowok. Beberapa hari main dengan aku bind ke Facebook, banyak banget yang ngechat, haha (sok artis). Kebanyakan, sih, cuma, "Cieee, main ML (singkatan Mobile Legends) juga, nih." atau "Mabar (main bareng), kuy Mi.''. Tapi ada juga yang kayak memastikan bahwa ini beneran aku.


Contohnya, ''Rahmi main Mobile Legends?''. Pertanyaan kayak gini biasanya aku balas dengan iya-iya aja. Kalau nggak main, ya akun aku nggak akan muncul di layar handphone kalian, dong. Tapi pernah aku iseng jawab, "Enggak, main The Sims.'' doi malah jawab, ''Oh, The Sims patch baru jadi berantem-berantem terus berubah jadi hero ya, wkwkwk.'' Duh, ingin rasanya nyuruh kamu lari maraton sampe Surabaya.


Tapi ada juga yang gigih memastikan. Sungguh, aku pun nggak tahu motivasi dia apa. Jadi ada teman SMP namanya Adhi ngechat di game,''Ini Mimi yang main?" Seperti biasa aku iya-in. Setelah beberapa kali mabar, aku kira dia udah nggak ada masalah soal kebenaran identitasku. Eh, taunya beberapa hari kemudian dia sampai ngechat di Line (selama ini nggak pernah banget chat sama dia), ''Beneran Mimi, kan, yang main Mobile Legends?'' Bukan, Dhi, salep 88. Maaf-maaf aja ya aku ogah balas, hahaha.


Karena game ini (setidaknya menurutku) adalah candu, aku pernah main sampai hampir nggak tidur, dari jam 8 malam hingga jam 4 pagi. Terus Agus, teman kuliah aku sekaligus teman mabar, sampai ngechat, "Mi, nggak sampai subuh juga kali :(" Dan aku yang mendadak malu nggak mau bales chat dia. Besoknya waktu kami mabar lagi, aku berpura-pura dengan membalas, "Sampai subuh? Oalah, aku ketiduran terus belum di-close kayaknya." Tapi kenapa oh kenapa, Gus. Dirimu sendiri pun main sampai subuh, kan? Hiks.


Tapi meskipun perempuan udah banyak yang main, mungkin kaum laki-laki masih sedikit enggan buat mabar sama pemain perempuan (atau sama aku aja kali, haha). Buktinya Tegar, temanku, langsung bilang, "Nggak mau ah, noob.'' waktu aku ajak dia mabar. Sedikit info saja, bahwa 'noob' adalah istilah dalam permainan yang artinya nggak bisa main, nggak bisa team work, dan nggak tau role-nya dia di dalam match. Singkatnya mainnya bodoh. Sedih, padahal kamu belum pernah lihat aku main, Gar. Aku berani jamin, kamu akan menyes... bersyukur. Soalnya mungkin aku akan jadi beban, wkwk. Oke, sip, siap, baiklah, sipirili, terima kasih, Gar.


Ada juga yang semangat banget ngajak mabar, tapi aku takut noob jadi nolak-nolak. Sampai akhirnya aku mau karena katanya nggak apa-apa kalah juga soalnya main classic. Aku pun percaya dengan janji manisnya. Kemudian kami mabar... dan kalah. Haha, mana aku disitu noob banget lagi, mati terus. Kemudian setelah kami dinyatakan kalah secara mengenaskan dengan 7 - 25 (iya, iya, ancur), aku invite dia mabar lagi. Sama doi langsung ditolak, dong, haha makasih, lho. Tadi katanya kalah nggak apa-apa, huuu... janjimu palsu.


Banyak, deh, pokoknya keseruan main game satu ini. Aku main sampai level, emblem, hero, skin, KDA, bahkan win rate-nya lumayan. Walau nggak bisa mainin semua hero tapi seenggaknya mengerti semua role, skill, dan speciality hero-hero itu. Bahkan pernah rajin banget nontonin videonya gamer-youtuber kayak Randika (Warpath), Jess No Limit, Bang Skot, RRQ Lemon (di Channel RRQ-nya), Kibo, dan lain-lain. Nggak lupa sering googling gear-gear yang recommended.


Kalau sekarang nggak sering main lagi karena suka lupa waktu (tumben) dan ingin menjadi manusia yang lebih produktif, aktif, kreatif, keren, cerdas, dan ceria. Menurutku main game boleh banget, tapi jangan dari pagi sampai pagi lagi juga.


Jadi, bagi kamu-kamu yang main (dan kecanduan) game ini, jangan sampai lupa waktu, ya!







 
 
 

Comments


bottom of page